Tak terasa hari raya Idul Fitri tinggal satu setengah bulan lagi. Bagi Anda yang merayakannya, tentu saat ini sudah harus mulai mempersiapkan segala hal, termasuk persiapan mudik lebaran. Terlebih bila Anda ingin mempersiapkan kendaraan sebagai sarana mudik dengan membeli mobil bekas. “Sebab, bagi Anda yang menggunakan mobil bekas, seperti apa pun kondisinya, tetap perlu persiapan, mulai dari kondisi mesin hingga berbagai peranti pendukungnya,” tutur Kusnandar, mekanik Sejahtera Motor, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa, 12 Juli 2011.

Perhatian ekstra diperlukan bila Anda ingin membeli mobil bekas. Pasalnya, saat menjelang Lebaran, permintaan mobil juga meningkat. Oleh karena itu, tak jarang calon pembeli kurang memperhatikan kondisi mesin dan perangkat pendukung mobil yang diincarnya.

“Umumnya, calon pembeli hanya terkecoh dengan tampilan fisik. Cat yang masih mengkilap, bodi mulus tanpa luka, serta bau wangi kabin,” ujar Kusnandar.

Padahal, para pedagang mobil sebelum menjual dagangannya mencuci dan membersihkan kabin mobil. Bahkan, tak jarang sedikit memoles eksterior sehingga mobil benar-benar terlihat mulus.

Karenanya, mengecek kondisi mesin mobil bekas yang akan dibeli merupakan hal yang wajib dilakukan. Caranya cukup mudah. Seperti apa? Berikut penjelasan Kusnandar:


1. Cermati suara mesin

Pastikan suara mesin mobil masih halus dan konstan saat mesin stasioner atau saat dihidupkan tanpa entakan gas dan peranti audio dan pendingin ruang (AC) dinonaktifkan. Pastikan tidak ada suara seperti logam yang berbenturan atau bergesekan.

Caranya, bawa mobil ke tempat yang hening. Pertama, matikan mesin dan kemudian hidupkan tiga hingga lima menit dan dengarkan. Ulangi cara itu, lalu buka kap atau tutup mesin mobil.

“Pastikan juga mesin tidak tersendat atau tersengal-sengal saat mesin dalam kondisi stationer atau langsam,” ujar Kusnandar.


2. Pastikan tidak ada oli atau bahan bakar bocor

Setelah mencermati kondisi suara mesin, langkah selanjutnya adalah memastikan tidak ada rembesan oli atau bahan bakar di bagian bawah mobil. Setelah tidak mendapati di bagian bawah mobil, alihkan perhatian ke bagian mesin secara langsung.

Caranya, buka kap mobil. Kemudian, amati satu per satu bagian mesin mobil dan pastikan tidak ada rembesan oli atau cairan lainnya. Perhatikan pula baut dan mur yang ada. Bila ada baut baru atau baut yang bagian ujung-ujungnya telah dol, tanyakan ke pedagang atau pemilik yang menjualnya.

“Rembesan oli dan baut yang rusak mengindikasikan kemungkinan mesin pernah bermasalah,” terang Kusnandar.

Hal itu perlu dikonfirmasi secara langsung. Bila jawaban meragukan atau terkesan menutup-nutupi, segera tinggalkan mobil itu.

3. Cermati ujung knalpot

Cara lain untuk mengetahui kondisi mesin mobil bekas adalah dengan melihat ujung knalpot mobil yang bersangkutan. Tanda-tanda atau bekas hasil pembakaran di mesin yang ada di ujung knalpot memberikan petunjuk yang cukup akurat tentang kondisi mobil yang bersangkutan.

Caranya, bersihkan terlebih ujung knalpot dengan kain bersih. Setelah itu hidupkan mesin mobil dan berikan sedikit entakan pada pedal gas hingga beberapa kali.

Bahkan bila perlu, ajak penjual untuk menjalankan mobil dalam beberapa kali putaran. Setelah itu perhatikanlah ujung knalpot.

Bila ujung knalpot berwarna hitam dan banyak jelaga berarti campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar tidak ideal. Komposisi bahan bakar terlalu banyak ketimbang udara sehingga pembakaran tidak sempurna dan boros bahan bakar.

Biasanya, mobil yang seperti itu, tenaganya juga payah. Pasalnya, tingkat kompresi mesin juga merosot.

Bila di ujung knalpot terdapat bekas rembesan oli dan banyak asap menyembur di ujung knalpot berarti ada rembesan oli yang masuk ke ruang bakar mesin. Hal itu terjadi karena seal di mesin yang aus, klep yang bermasalah, atau bahkan setang dan kepala piston bermasalah.

”Mobil yang seperti itu biasa disebut "ngobos". Selain tenaga yang loyo, akselerasinya juga payah,” terang Kusnandar.

Mesin yang masih bagus bisa dilihat dari ujung knalpot yang tetap bersih dengan warna cokelat kemerahan.

4. Lakukan tes jalan untuk mengetahui akselerasi

Bila semua indikator telah Anda cermati dan tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan, langkah selanjutnya adalah melakukan uji jalan. Hal itu berguna untuk mengetahui seberapa besar kemampuan akselerasi mobil dan seperti apa tenaga yang dihasilkan mesin.

Lakukan tes itu di berbagai kondisi jalan, baik jalanan macet, menanjak, dan menurun, serta jalanan yang berkelok. Agar mendapatkan gambaran tentang akselerasi, lakukan tes di jalanan yang lurus dan memiliki jarak cukup jauh.

Lakukan di jalanan yang sepi dan tidak ada orang lalu-lalang. Setelah mesin dihidupkan dan gigi berada di posisi satu, kemudian injak pedal gas setengah dan ganti gigi ke posisi tiga dengan terus menginjak pedal gas.

Bila perubahan kecepatan dari satu gigi ke gigi yang lain dan putaran mesin cukup cepat berarti akselerasi masih bagus. Begitu pula sebaliknya.

Adapun untuk mengetahui tenaga, caranya sama. Namun, lintasan yang digunakan adalah jalanan yang menanjak cukup tajam, setidaknya kemiringan 20–30 derajat cukup untuk menggeber mobil itu.

Bila tanjakan demi tanjakan bisa dilalui dan mobil tidak terengah-engah atau meraung-raung, berarti tenaga masih oke. (tempointeraktif.com)